Resolusi Tahun Ini
Memang benar tidak ada kata terlambat untuk perbaikan…
Pribadi :
1. Peningkatan ibadah sunnah, kalo yang wajib mah kudu lebih baik.
2. Menikah
Target yang lain menyusul sepanjang tahun deh…
Memang benar tidak ada kata terlambat untuk perbaikan…
Pribadi :
1. Peningkatan ibadah sunnah, kalo yang wajib mah kudu lebih baik.
2. Menikah
Target yang lain menyusul sepanjang tahun deh…
Duh sariawan lagi.. Sepertinya akibat kondisi psikologis yang agak labil…
Hari sabtu lalu, akhirnya jadi menyerbu ke Pesta Buku di Istora. Menurut jadwal, acara tersebut akan berakhir hari Ahad ini ( 5 juli 2009 ). Tebengan pertama yang saya kontak adalah Candra. Saat saya hubungi siang harinya, ternyata dia lagi kena musibah. Komputer kantornya bermasalah, sedangkan harddisknya di enkripsi, jadi harus di bawa ke kantor untuk perbaikannya.
Kawan tebengan berikutnya adalah Ragil. Menjanjikan sampai di kosan setelah jam 7 malam. Sesudah shalat Isya, berangkatlah kami berdua menuju Istora. Entah karena langit sudah gelap atau lama tidak bermain di seputaran Senayan, nyasarlah kami sampai ke kebayoran. Sempat terpukau juga oleh deretan rumah mewah nan anggun di seputaran Widya Chandra.
Akhirnya diputaran kedua, sampailah kami di Istora. Hampir jam 8, sepertinya. Hanya sayangnya, kami kecewa dengan lingkungan seputaran Istora Senayan yang mendadak kumuh oleh tebaran sampah styrofoam, tempat perbekalan makan siang peserta kampanye siang harinya.
Pertama kali, kami mampir di stand Penerbit republika. Maklum Ragil mendapat titipan pesanan 2 buah buku. Moga Bunda Disayang ALLAH dan Sang Penandai. Keduanya karangan Tere Liye. Tetapi hanya buku pertama yang diterbitkan oleh Republika. Sedangkan buku yang kedua masih misteri. Saya sendiri hanya sempat mengangkut buku “Batavia Kota Banjir” nya Alwi Shahab. Sebenarnya masih ada 4 seri buku tentang Jakarta tulisan Bang Alwi. Dan mengincar buku M.Natsir yang lumayan tebal itu. Tapi nanti sajalah, toh 2-3 bulan lagi , harusnya ada pameran buku serupa. Lagipula diskonnya tidak terlalu mencolok.
Mulailah kami berburu sang Penanda. Pos pertama adalah Mizan. Sebelum sampai Mizan, saya sempat melirik stand Periplus. Sayangnya mereka sudah persiapan menutup standnya dengan terpal. Di Mizan rupanya tidak ada, bergeraklah kami ke Gunung Agung. Lagi-lagi hasilnya sama. Di tengah perjalanan, saya sempat melihat buku berjudul “Band of Brother”, entah di penerbit Ufuk atau Obor ya? Serial BoB lah yang menemani perjalanan ke Bali tahun 2005 silam.
Beberapa stand penerbit dan toko buku besar, kami tanya, tetapi tidak ada informasi yang jelas. AKhirnya, sampailah kami di Penerbit Serambi. Dan buku Sang Penandai memang diterbitkan oleh Serambi. Syukurlah..
Maaf , kalo beberapa hari ini tidak menulis di blog ini. Maklum, sedang fokus mengisi blog sebelah , hehehe… Tapi tenang saja, di blog ini saya pasang fasilitas update tulisan-tulisan di blog sebelah tersebut.
Salah satu acara di kalendar resmi SMP 5 Jogja yang paling saya saya sukai adalah Sepeda Juang.
(lagi…)
Ampacity sebenarnya tidak jauh berbeda dengan current carrying capacity , yang sering diterjemahkan sebagai kapasitas hantar arus (KHA). (lagi…)
0,338 sekunden WP 1.5 Theme pack from WPMUDEV by Incsub. xhtml css