Rumah Jabatan Gubernur NTT

rumah jabatan gubernur ntt

Foto rumah jabatan Gubernur NTT ini saya ambil awal tahun 2011 . Saat itu, saya baru selesai makan siang di rumah makan , persis di depan rumah Gubernur NTT . Kawasan tersebut termasuk kawasan dengan harga tanah yang terbilang mahal, tetapi suasananya masih didominasi oleh kantor pemerintahan,

Dipublikasi di ulasan | Tinggalkan Komentar

Bajaj di Matraman

dsc00156

Hampir 3 tahun di Jakarta, baru 2 pekan yang lalu saya sempat naik bajaj. Bajaj sendiri merupakan merek kendaraan beroda 3 produksi India. Sebenarnya sudah ada bajaj versi gas, tetapi masih jarang terlihat. Mungkin faktor kurangnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas menjadi salah satu penyebabnya.

Dipublikasi di ulasan | Tinggalkan Komentar

Listrik di kereta api

sumber listrik di kereta

Gambar di atas, saya ambil tanggal 7 Desember 2010. Dengan adanya sumber listrik di kereta, rasanya tidak perlu khawatir jika harus mengisi baterai ponsel atau peralatan elektronik lainnya.

Entah ada arus listrik atau tidak. Saya belum sempat mencobanya.

Dipublikasi di ngalor ngidul | Tinggalkan Komentar

5: Tiga Soto dalam Sehari

Hari Jumat lalu, karena faktor stamina yang agak menurun, saya mencari pengisi perut yang hangat.

1. Sarapan :Soto mie bogor di dekat kantor.

2. Makan Siang : Soto (Semarang?) : di food cour kantor

3. Makan malam : Soto Kudus dekat rumah.

Parah juga ya heheheh

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan Komentar

4: Toko Buku yang (pernah ada) di Jogja

Salah satu agenda rutin saat mudik ke Jogja, baik lebaran atau hari libur lainnya, berkunjung ke toko ataupun pasar buku tidak pernah terlewatkan. Meskipun tidak harus diikuti dengan transaksi pembelian buku. Yang saya sukai dengan dunia perbukuan di Jogja adalah banyaknya tempat untuk membeli buku dengan diskon ataupun bisa ditawar. Selain itu, banyaknya penerbit independen di Jogja membuat buku yang ada memiliki variasi topik yang sangat luas.

Sebelum tahun 98, setidaknya ada 3 buah toko buku yang cukup terkenal dan sering saya kunjungi bersama keluarga saat hari libur.

1. Gramedia Sudirman, Kotabaru

Posisinya terbilang strategis, karena masih masuk kawasan pusat kota Jogja , dan dekat dengan beberapa institusi pendidikan. Seperti UGM, UII, SMA 6, SMP 8, SMP5 dan SMA 3, 9 . Adapula SD Ungaran dan Serayu. Maklum , Kotabaru merupakan salah satu kawasan pendidikan di Jogja. Sampai saat ini, Gramedia masih eksis di kota Jogja. Info dari ayah saya, sampai awal 90an, Gramedia sesekali memberikan diskon 10% plus sampul plastik. Mungkin karena ayah saya sering membeli buku dalam kuantitas besar dan frekuensi terbilang sering untuk perpustakaan perguruan tingginya.

2. Toko Buku Gunung Agung

Terletak di perempatan tugu Jogja. Tepatnya di arah barat laut tugu Jogja. Sempat digantikan oleh sebuah showroom motor, sayangnya dimudik terakhir saya tidak sempat mengecek keadaan terakhir. Bangunannya terbilang klasik. Seingat saya hanya 1 lantai yang digunakan untuk memajang buku.

3. Toko Buku Walisongo

Berjarak 500 meter arah timur Gramedia, toko buku Walisongo muncul di tahun 90an. Tidak jauh dari pertigaan antara jalan jend.Sudirman dan Terban, toko buku ini banyak memasok buku-buku keagamaan.

Selain ketiga buku di atas, adapula 2 kawasan buku yang sering menjadi rujukan di Jogja.

Pertama, kawasan Beringharjo. Sekitar 800 meter dari kantor Pos Besar Malioboro ( titik Nol Kilometer ).  Koleksi lengkap dan harga bisa negosiasi. Selain buku-buku baru, kita bisa menemukan buku-buku bekas, kliping koran maupun majalah lama. Dari artikel yang pernah saya baca di KR, toko buku Social Agency juga bermula dan tumbuh dari kawasan perbukuan ini.

Kawasan kedua, adalah kelompok pedagang buku di depan SMP 8 dan SMA 6. Tepatnya di jalan Kahar Muzakkar. Jumlahnya sekitar belasan pedagang, lebih sedikit ketimbang kawasan Beringharjo.

Dipublikasi di Jogja | Tag | Tinggalkan Komentar

3: 115 GB ++, perpustakaan Kang Onno

Malam ini dapat link perpustakaan kang Onno W Purbo. Bisa di klik di sini .

Mantap juga, bisa membuat materi sebanyak itu. Di awal dekade 2000-an, berkas-berkas yang sering dibagi kang Onno di seminar / workshopnya sudah di atas 5 GB.  Banyak berkas-berkas lama dari tahun 2000an. Salah satu tema yang saya sukai mengenai tips menjadi penulis teknologi.

Bisa jadi profesi tambahan disamping menjadi manajer proyek

Dipublikasi di ulasan | Tag | Tinggalkan Komentar

2: Alasan nge-blog di DagDigDug

Sudah setahun lebih, ngeblog di DagDigDug. Sebenarnya saya memiliki beberapa akun blog di tempat lain. Seperti WordPress, blogspot, kompasiana dan blogdetik. Berhubung keperluan untuk memfokuskan perhatian ke kuantitas dan kualitas tulisan, selama 1 tahun kedepan , saya memutuskan untuk menetap di layanan blog dagdigdug ini. Terkadang, beberapa tulisan yang ada disini, akan saya publikasikan di layanan blog lainnya.

Ada 2 alasan kenapa saya memilih DagDigDug :

1. Hosting lokal

Konten lokal akan terasa lebih afdhal jika diletakkan didalam hosting lokal. Setidaknya berperan dalam menghemat bandwidth lokal.

2. Mengingatkan pengurus DagDigDug untuk meningkatkan layanan

Dari tiga layanan blog lokal yang saya sebutkan di atas, 2 nama yang ada dimiliki oleh media besar. Sedangkan DagDigDug, meskipun digawangi oleh beberapa orang media, merupakan #startuplokal (?) . Dari pengamatan saya beberapa bulan ini, meskipun terasa kurang diurus, animo blogger di dagdigdug terbilang besar. Seharusnya fitur-fitur menarik yang ada diplatform wordpress dapat diterapkan ke dagdigdug.

Alasan yang lain segera menyusul :D

Dipublikasi di ngalor ngidul, ulasan | Tag | 2 Komentar

orang pintar dan bodoh

dari editorial metro pagi ini :

Orang pintar adalah orang yang melakukan kesalahan-kesalahan baru setiap hari

Orang bodoh adalah orang yang melakukan kesalahan-kesalahan yang sama setiap harinya..

Dipublikasi di ngalor ngidul | 2 Komentar

Nexian

Nexian dikenal sebagai merek gadget lokal yang memiliki inovasi dalam mendobrak pasar ponsel di Indonesia. Pada awalnya, Nexian fokus ke teknologi CDMA. Sering terlihat berada di etalase ponsel bersama operator CDMA lainnya sperti Flexi atau Esia .

Nexian sendiri, dari salah satu majalah bisnis yang pernah saya baca, memang memiliki sendiri pabrik untuk memproduksi ponselnya sendiri. Meskipun, mungkin, chip yang dipergunakan masih produksi luar negeri. Nexian sendiri memang sempat menjalin kerja sama dengan salah satu pabrikan Korea Selatan. Korea Selatan sendiri menggunakan teknologi CDMAnya untuk keperluan telekomunikasi publik.

Tahun 2009 lalu, saat demam Blackberry merasuk ke sebagian penduduk Indonesia, Nexian memanfaatkan demam tersebut dengan meluncurkan ponsel Qwerty (mirip) Blackberry . Memang, ponsel tersebut murni impor dari Cina. Dan langkah Nexian banyak diikuti oleh importir ponsel lainnya dengan meluncurkan merek lokal sendiri. Dengan harga saat ini, rata-rata dibawah 1 juta, tentu banyak sekali yang tertarik dengan produk seperti ini.

Tahun 2010, sistem operasi gadget Android cukup menyentak dan menimbulkan kegandrungan baru di Indonesia. Sekali lagi, Nexian tidak mau melepaskan kesempatan manis ini. Terlihat dengan diluncurkannya Nexian Journey, yang digawangi oleh duta merek Tora Sudiro. Warna yang diluncurkan hanya berwarna putih, tetapi spesifikasi perangkat kerasnya terbilang mumpuni. Walaupun banyak juga yang meragukan ketangguhan ponsel satu ini, ponsel ini terbilang cukup diminati.

Info dari salah satu sub-forum di Kaskus, N Journey ini diproduksi oleh Pabrikan Foxconn, yang memproduksi produk gadget Apple dan ponsel sekelas Journey untuk Motorola.

Awal diluncurkan, Journey dilepas dengan harga 3 juta kurang sedikit. Bekerja sama dengan operator Three, Nexian memberikan gratis data selama 1 tahun. Untuk meningkatkan penjualan,  Nexian meluncurkan program turun harga 1 juta menjadi 2.999 ribu dengan voucher .

Dan akhir tahun ini, info yang muncul dari milis id-android, Nexian berencana cuci gudang, dengan meluncurkan program penjualan Nexian Journey dengan harga 1.056 ribu plus paket paket internet Three. Jika dihitung maka harga Journey menjadi di bawah 500 ribu rupiah. Sayangnya, promo ini hanya bisa didapat di toko tertentu dan harus menggunakan kartu kredit. Jika tunai, maka harga yang didapat sebesar 2 juta rupiah.

Jadi, jika anda memiliki gadget yang ingin jual dengan sistem promo, berikan informasi tersebut ke milis / forum terkait , bersiaplah menerima pembelian yang melonjak. Tentu saja, jika promo tersebut menarik perhatian dan kantong.

Dipublikasi di ngalor ngidul | Tag , , | 1 Komentar

The Next Three Day

Rasa-rasanya film terakhir yang saya tonton di bioskop adalah Robin Hood. Bersama istri pertengahan tahun ini. Dan dibintangi oleh Russel Crowe yang kebetulan menjadi pemeran utama di film The Next Three Day ini.

Cukup terlambat untuk membeli tiket masuk, saya baru mulai menonton pada menit ke 15. Dimulai dengan adegan Russel Crowe yang mencoba berdiskusi seorang pengacara untuk membebaskan istrinya. Sang istri sedang menanti putusan pengadilan atas tuduhan pembunuhan.

Mungkin karena terlambat, saya masih bertanya-tanya mengenai detail tuduhan pembunuhan tersebut. Dan akhirnya terjawab di akhir film, berkat seorang polisi yang mencoba flash back mengenai kasus tersebut. Sepertinya si polisi tersebut punya indera tambahan. Terbukti dengan kecurigaan di awal pertemuan dengan Russel Crowe.

Kembali ke alur cerita, Russel Crowe memutuskan mencari cara untuk melarikan istrinya dari tahanan pengadilan sebelum dipindahkan ke penjara di luar daerahnya. Demi istrinya, RC menemui seorang mantan narapidana yang berhasil kabur 7 kali dan tertangkap pula. Setidaknya ada 2 hal menarik dari diskusi mereka :

  • Tidak ada penjara yang tidak bisa dibobol. Kamu hanya perlu mendapatkan” kunci”nya.
  • Jika kamu masih berfikir tentang keluarga, tidak tega mendorong seorang wanita tua saat berusaha kabur, maka urungkanlah niat mu itu. Karena kabur hanya akan membawa nasibmu menuju kematian oleh peluru polisi.

Meski sempat merasa bosan dengan alur cerita yang terbilang lambat, berhembusnya aroma kabur dari penjara, menimbulkan harapan bahwa film ini akan menarik seperti Prison Break.

Ternyata tidak semua harapan terpenuhi. Yang mirip dengan Prison Break hanyalah penempelan rencana dan jalur rencana kabur dari penjara. Selebihnya tonton saja sendiri :D .

Yang cukup menarik adalah 2 benda techie yang muncul disepanjang film. Pertama, Iphone. Entah seri yang mana. Aplikasi yang dipakai hanya stopwatch dan mobile tracker .  Sebenarnya saya berharap , aplikasi Spacetime bisa dipakai. Siapa tahu, perhitungan rencana kabur bisa dikalkulasi dengan Transformasi Fourier atau Laplace .

Benda kedua adalah Toyota Prius. Mobil ini pernah saya nominasikan untuk menjadi mobil proyek. Sayangnya populasinya masih sedikit di Jakarta, jadi harapan saya pun belum terwujud.

Nah, hubungan dengan 3 hari adalah, si Russel Crowe saat sedang serius-seriusnya merancang rencana membawa lari istrinya dari tahanan pengadilan, datanglah informasi bahwa dalam 3 hari si istri akan dipindahkan ke tahanan negara bagian yang jauh dari tempat tinggalnya saat ini.

Sempat kalang kabut, akhirnya RC mencari jalan untuk  mencari dana dalam usaha melarikan istrinya itu. Petunjuk : RC mencontoh metode Robin Hood dalam mencari dana.

Akhir dari film ini termasuk khusnul khatimah wal happy ending . Beberapa adegan cukup menegangkan. Pertama saat akan kabur dari kota Pittsburgh. Maklum sejak peristiwa 11 September 2001, sudah ada semacam SOP untuk kepolisian, jika ada kejadian berbahaya, dalam sekian menit pertama, polisi akan mengepung beberapa tempat publik. Dan sekian menit berikutny, semua jalur keluar kota sudah ditutup.

Bagian menegangkan kedua adalah, saat akan kabur melalui bandara. Adegannya terbilang umum, tetapi efek suara bioskop cukup membawa imajinasi ala kabur-kaburan itu menjadi hidup.

Nilai film ini : 7 dari 10 . Dan layak tonton.

Dipublikasi di ulasan | Tag , | Tinggalkan Komentar